Stratifikasi Sosial
|
NAMA |
: |
MUHAMAD
DHANI RAFANSA |
|
KELAS |
: |
3PA28 |
|
NPM |
: |
10520625 |
|
MATA
KULIAH |
: |
SOSIOLOGI ( |
|
|
STRATIFIKASI SOSIAL
A. PENGANTAR
Setiap masyarakat senantiasa
mempunyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu dalam masyarakat yang
bersangkutan, masyarakat lebih menghargai kekayaan materil daripada kehormatan,
misalnya mereka yang lebih banyak memiliki materil kekayaan materil akan
menempati kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pihak-pihak
lain. Mereka yang memiliki uang banyak akan mudah sekali mendapatkan tanah,
kekuasaan, dan mungkin juga kehormatan, sedangkan mereka yang mempunyai
kekuasaan besar mudah menjadi kaya dan mengusahakan ilmu pengetahuan. Gejala
tersebut menimbulkan lapisan masyarakat, yang merupakan kedudukan yang
berbeda-beda secara vertical.
Sistim lapisan dalam masyarakat
tersebut dalam sosiologi disebut dengan social
stratification. Lapisan tersebut tidak hanya dapat dijumpai pada masyarakat
manusia, tetapi juga ada pada masyarakat hewan dan tumbuh-tumbuhan. Ada
golongan hewan merayap, menyusui, dan lain-lainnya. Lapisan masyarakat tersebut
memiliki banyak bentuk konkret. Akan tetapi, secara prinsipil bentuk tersebut
dapat diklarifikasikan dalam tiga macam kelas, yaitu ekonomis, politis, dan
yang didasarkan pada jabatan-jabatan tertentu dalam masyarakat. Hal tersebut
tergantung pada system nilai yang berlaku serta berkembang dalam masyarakat
bersangkutan.
B. TERJADI LAPISAN MASYARAKAT
Alasan terbentuknya lapisan
masyarakat yang terjadi dengan sendirinya adalah kepandaian, tingkat umur,
sifat keaslian keanggotaan seorang kepala masyarakat, dan juga harga dalam
batas-batas tertentu. Masyarakat lain menganggap bahwa kerabat kepala
masyarakat yang mempunyai kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, misalnya pada
masyarakat Ngaju di Kalimantan Selatan.
Secara teoritis, semua manusia
dianggap sederajat. Akan tetapi, sesuai dengan kenyataan hidup
kelompok-kelompok sosial, halnya tidaklah demikian. Pembedaan atas lapisan
merupakan gejala universal yang merupakan bagian system sosial setiap
masyarakat. Untuk meneliti terjadinya proses-proses lapisan masyarakat, dapatlah
pokok-pokok sedang berikut dijadikan pedoman.
1. Sistem lapisan mungkin berpokok pada
system pertentangan dalam masyarakat. Sistem demikian hanya mempunyai arti yang
khusus bagi masyarakat-masyarakat tertentu yang menjadi objek penyelidikan.
2. Sistem lapisan dapat dianalisis dalam
ruang lingkupn unsur-unsur antara lain:
a. Distribusi hak-hak istimewa yang
objektif seperti misalnya penghasilan, kekayaan, keselamatan, dan wewenang;
b. Sistem pertanggaan yang diciptakan
para warga masyarakat;
c. Kriteria sistim pertentangan, yaitu
apakah didapat berdasarkan kualitas pribadi, keanggotaan kelompok kerabat
tertentu, milik, dan wewenang;
d. Lambang-lambang kedudukan, seperti
tingkah laku hidup;
e. Mudah atau sukarnya bertukar
kedudukan;
f. Solidaritas di antara
individu-individu yang menduduki kedudukan yang sama dalam sistem sosial
masyarakat seperti.
1) Pola-pola interaksi;
2) Kesamaan atau ketidaksamaan system
kepoercayaan, sikap dan nilai- nilai;
3) Kesadaran akan kedudukan
masing-masing ;
4) Aktivitas sebagai organ kolektif.
Ada pula sistem lapisan yang dengan
sengaja disusun untuk mengajar siatu tujuan bersama. Biasanya berkaitan dengan
pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi-organisasi formal,
seperti pemerintahan, perusahaan, dan partai politik. Kekuasaan dan wewenang merupakan
unsur khusus yang terdapat pada system lapisan masyarakat.
Akan
tetapi, apabila suatu masyarakat hendak hidup dengan teraur, kekuasaan dan
wewenang yang ada harus dibagi dengan teratur juga sehingga jelas bagi setiap
orang di tempat mana letaknya kekuasaan dan wewenang, apabila dibagi secara
tidak teratur akan menimbulkan pertentangan yang membahayakan keutuhan
masyarakat.
C. SIFAT SISTEM LAPISAN MASYARAKAT
Sifat sistem lapisan masyarakat di
dalam suatu masyarakat dapat bersifat tertutup (closed bsocial stratification) dan terbuka (open social stratification). Sistem lapisan yang bersifat tertutup
membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari suatu lapisan ke lapisan yang
lain, di dalam system satu-satunya cara untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam
masyarakat adalah kelahiran.
Sistem kasta di india telah ada sejak
lama, istilah kasta dalam bahasa India adalah yati, sedangkan systemnya dinamakan varna. Dalam masyarakat india kuno ada empat varna, yaitu: Brahmana, Ksatria, Vaicya, dan Sudra. Kasta Brahmana
merupakan para pendeta, Ksatria merupakan orang-orang bangsawan dan tentara,
Vaicya merupakan pedagang (ketiga), dan Sudra adalah kasta orang-orang biasa
(rakyat jelata), serta mereka yang tidak memiliki kasta adalah golongan Paria. Dahulu
kala gelar tersebut berhubungan erat dengan pekerjaan orang-orang yang
bersangkutan.
Secara visual sifat-sifat lapisan
adalah sebagai berikut.
· Tertutup (mobilitas sangat terbatas,
bahkan mungkin tidak ada)
· Terbuka (kemungkinan mengadakan
mobilitas sangat besar)
· Campuran
D. KELAS-KELAS DALAM MASYARAKAT (social
classes)
Penjumlahan kelas-kelas
dalam masyarakat disebut class-system. Artinya,
semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukan mereka itu diketahui dan
diakui oleh masyarakat umum. Ada pula yang menggunakan istilah kelas hanya
untuk lapisan yang berdasdarkan atas unsur ekonomis. Sementara iitu, lapisan
yang berdasarkan kehormatan dinamakan kelompok kedudukan (status group). Max Webber masih menyebutkan adanya golongan yang
mendapat kehormatan khusus dari masyarakat dan dinamakan Stand.
Joseph Schumpeter
mengatakan bahwa keals-kelas dalam masyarakat dengan keperluan yang nyata.
Makna kelas dan gejala-gejala kemasyarakatan lainnya hanya dapat dimengerti
dengan benar apabila diketahui riwayat terjadinya. Pada masyarakat di dunia,
terdapat kelas-kelas yang tegas sekali karena orang-orang dari kelas yang
dilindungi oleh hukum positif masyarakat yang bersangkutan. Misalnya di Inggris
ada istilah tertentu seperti commers bagi
orang biasa serta nobility bagi
bangsawan. Sebagian besar warga masyarakat Inggris menyadari bahwa orang-orang nobility diatas commers.
Apabila pengertian kelas
ditinjau secara lebih mendalam, maka akan dapat dijumpai beberapa kriteria yang
tradisional, yaitu:
1. Besar jumlah anggota-anggotanya;
2. Kebudayaan yang sama, yang menentukan
hak-hak dan kewajiban-kewajiban warganya;
3. Kelanggengan;
4. Tanda/lambing-lambang yang memiliki
ciri khas;
5. Batas-batas yang tegas (bagi kelompok
itu terhadap kelompok lain);
6. Antagonism tertentu.
Sehubungan dengan kriteria tererbut,
kelas memberikan fasilitas-fasilitas hidup yang tertentu (life-chances) bagi
anggotanya. Misalnya, keselamatan atas hidup dan harta benda, kebebasan,
standar hidup yang tinggi, dan sebagainya. Selain itu, kelas juga mempengaruhi
gaya dan tingkah laku hidup masing-masing warganya (life-style) karena keals-kelas yang ada dalam masyarakat mempunyai
perbedaan dalam kesempatan menjalani jenis pendidikan atau rekreasi tertentu.
Misalnya, ada perbedaan dalam apa yang telah dipelajari warga-warganya,
perilakunya, dan sebagainya.
E. UNSUR-UNSUR LAPISAN MASYARAKAT
Hal yang mewujudkan unsur dalam teori
sosiologi tentang system lapisan masyarakat adalah kedudukan (status) dan peranan (role). Kedudukan dan peranan merupakan unsur baku dalam system lapisan
serta mempunyai arti yang penting bagi system sosial.
1.
Kedudukan (status)
Kedudukan diartikan sebagai tempat atau posisiseseorang dalam
suatu kelompok sosial. Kedudukan sosial adalah tempat seseorang secara umum
dalam masyarakat sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya
serta hak-hak dan kewajibannya.
Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan,
yaitu sebagai berikut.
a. Ascribed Status, yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan
rohaniah dan kemampuan. Pada umumnya Ascribed
Status dijumpai pada masyarakat dengan system lapisan tertutup, misalnya
pada masyarakat Feodal.
b. Achived Status, yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha yang disengaja,
kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja tergantung pada kemampuan
masing-masing dalam mengejar suatu tujuan.
2.
Peranan (role)
Peranan (role) merupakan
aspek dinamis kedudukan (status). Apabila
seseorang melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, dia sedang
menjalankan suatu peranan.
F. LAPISAN YANG SENGAJA DISUSUN
Menurut Barnard, system pembagian
kedudukan pada pokoknya diperlukan secara mutlak agar organisasi dapat bergerak
secara teratursampai mencapai tujuan yang diniatkan oleh para penciptanya.
Sistem kedudukan dalam organisasi
formal timbul karena perbedaan kebutuhan, kepentingan, dan kemampuan individual
yang mencakup beberapa hal berikut ini.
1. Perbedaan kemampuan individu;
2. Perbedaan yang menyangkut kesukaran
untuk melakukan bermacam-macam kedudukan yang rendah;
3. Perbedaan kepentingan masing-masing
jenis pekerjaan;
4. Keinginan pada kedudukan yang formal
sebagai alat sosial atau alat organisasi;
5. Kebutuhan akan perlindungan bagi
seseorang.
G. MOBILITAS SOSIAL (social mobility)
Gerak sosial atau social mobility adalah suatu gerak dalam struktur sosial (social structure) yaitu pola-pola
tertentu yang mengatur organisasi sosial dan kelompok sosial. Struktur sosial
mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dengan kelompok dan hubungan
antara individu dengan kelompoknya.
Tipe-tipe
gerak sosial yang prinsipil ada dua macam, yaitu gerak sosial yang horizontal
dan vertical. Gerak sosial horizontal
merupakan peralihan individu dari suatu
kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Contohnya adalah
seseorang yang beralih kewarganegaraan. Gerak sosial vertical adalah
perpindahan individu dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak
sederajat. Gerak sosial ada dua macam yaitu, yang naik (social climbing) dan yang turun (social sinking).
SUMBER :
Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2014). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.





Comments
Post a Comment